Di halaman ini
Pembagian peran
Pembinaan olahraga prestasi tidak dikerjakan satu lembaga. KONI Kabupaten Indramayu menjadi wadah koordinasi cabang olahraga dan menyiapkan kontingen. Dispara menjalankan urusan pemerintahan: kebijakan, sarana, dan dukungan program. Pemerintah daerah juga mendukung lewat hibah yang dibahas bersama DPRD.
Kondisi 2026
Pada 18 Juni 2026, DPRD Kabupaten Indramayu menerima audiensi KONI yang mengusulkan penambahan anggaran hibah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026. Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua DPRD dan dihadiri unsur Badan Keuangan dan Aset Daerah serta Dispara. Usulan akan dibahas lewat mekanisme perubahan APBD 2026. Ketua KONI Indramayu, Yogi Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas respons DPRD dan menyebut Porprov Jawa Barat 2026 dijadwalkan pada November.
Sumber: RRI Cirebon, 18 Juni 2026.
Cabang olahraga
Indramayu memiliki banyak cabang dengan kondisi organisasi berbeda. Sebuah kegiatan pengabdian akademik mencatat Indramayu pernah termasuk empat dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang belum memiliki pengurus cabang petanque, sehingga dibutuhkan pelatihan organisasi dan perwasitan. Contoh ini menggambarkan bahwa pembentukan cabang membutuhkan sumber daya manusia yang memahami organisasi dan aturan pertandingan.
Tahapan pembinaan atlet
- PembibitanMenjaring anak dan remaja melalui sekolah, klub, dan kejuaraan.
- Pembinaan dasarLatihan teknik dan kondisi fisik secara terjadwal.
- SeleksiPertandingan uji coba dan seleksi daerah.
- Pemusatan latihanLatihan intensif menjelang kejuaraan dengan dukungan pelatih.
- KompetisiMengikuti pekan olahraga tingkat provinsi dan nasional.
- PascakarierDukungan transisi bagi atlet sebagai pelatih atau wasit.
Yang dibutuhkan
| Kebutuhan | Penjelasan |
|---|---|
| Pendanaan | Hibah daerah, sponsor, dan dukungan masyarakat |
| Sarana | Lapangan dan peralatan yang layak |
| Pelatih | Pelatih bersertifikat dan terus belajar |
| Kompetisi | Kejuaraan rutin untuk mengukur kemampuan |
| Tata kelola | Pengurus cabang yang tertib dan terbuka |
Transparansi
Dana publik untuk olahraga harus dipertanggungjawabkan. Laporan penggunaan, penerimaan atlet, dan seleksi perlu terbuka. Dugaan penyimpangan bisa disampaikan secara aman lewat Whistleblowing System.