Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Lambang Kabupaten IndramayuPemerintah Kabupaten IndramayuDinas Pariwisata, Pemuda, dan OlahragaDispara Indramayu

Budaya dan Ekonomi Kreatif

Batik Paoman

Batik pesisir dari perkampungan nelayan di muara Sungai Cimanuk, dikenal juga sebagai batik Dermayon.

Sekitar 2 menit baca7 bagian347 kata
Di halaman ini
  1. Kampung nelayan yang membatik
  2. Ciri khas
  3. Motif yang sering disebut
  4. Proses singkat
  5. Pasar
  6. Berkunjung
  7. Dukungan
Perajin menyelesaikan kain batik
Perajin menyelesaikan kain batik

Kampung nelayan yang membatik

Paoman adalah sentra batik paling terkenal di Kabupaten Indramayu. Meski bertetangga dengan Trusmi, sentra batik Cirebon, batik Paoman punya ciri sendiri. Kampung ini awalnya perkampungan nelayan di muara Sungai Cimanuk, yang pernah menjadi pelabuhan tempat keluar masuk barang lewat kapal. Kisah yang sering dituturkan menyebut para istri nelayan mengisi waktu dengan membatik saat suami mereka melaut. Setelah masa kejayaan bandar Indramayu berlalu, banyak laki-laki Paoman kehilangan pekerjaan lama, dan membatik menjadi pekerjaan perempuan yang bernilai ekonomi.

Batik ini juga disebut batik Dermayon, dari nama lama Indramayu, Dermayu.

Ciri khas

  • Warna dominan cokelat atau biru tua.
  • Motif banyak terinspirasi kehidupan laut dan pesisir: ikan, biota laut, gelombang, serta flora pantai.
  • Dalam penelitian tahun 2013 tercatat 143 motif batik Indramayu.
  • Isen-isen, yaitu isian pola kecil pada bidang kosong, bukan sekadar pengisi, tetapi memberi kesan khusus pada kain.
  • Garis tegas dan goresan canting yang rapi, dengan latar putih atau gelap pada beberapa kain.

Motif yang sering disebut

MotifKeterangan
Iwak etongTerinspirasi ikan yang banyak dihasilkan perairan Indramayu
WadasMotif berbentuk batu
Parang rusakMotif klasik yang juga dikenal luas di Jawa
Flora pesisirBunga, daun, dan tumbuhan pantai

Penelitian mencatat bahwa batik Paoman diproduksi sebagai komoditas dan mengikuti selera pasar, sehingga tidak semua motifnya memuat makna filosofis yang tetap. Meski begitu, para perajin banyak merefleksikan kehidupan dan alam sekitar dalam karyanya.

Proses singkat

  1. Merancang polaGambar motif dibuat di atas kain putih.
  2. MencantingMalam panas digoreskan sesuai pola agar menahan warna.
  3. MewarnaKain dicelup atau dilukis dengan pewarna.
  4. Mengisi isen-isenPola kecil ditambahkan pada bidang kosong.
  5. MelorodMalam dilepas dengan air panas, motif muncul.
  6. Menjemur dan merapikanKain dikeringkan dan dijahit atau dijual berupa lembaran.

Pasar

Pada 2013, perajin Paoman diberitakan siap memenuhi permintaan pasar Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, meski permintaan sempat terhenti beberapa kali karena pasar lesu. Di dalam negeri, batik Paoman dibeli sebagai kain, busana, dan suvenir. Hadirnya pelaku pemasaran batik seperti Paoman Art, yang kiprahnya diteliti untuk periode 1981 sampai 2023, disebut penelitian sebagai babak baru pelestarian: terbuka lapangan kerja, taraf hidup warga membaik, dan Paoman berkembang menjadi desa wisata batik.

Berkunjung

Datang ke sentra Paoman, lihat proses pembuatan, tanyakan makna motif, dan belilah langsung dari perajin. Banyak sentra menerima kunjungan kelompok dan pelatihan membatik singkat. Hubungi pengelola setempat atau Kontak dan Lokasi dinas untuk informasi terbaru.

Dukungan

Perajin dapat mengikuti pelatihan desain, pewarnaan, dan pemasaran, serta ikut pameran. Lihat Pelaku UMKM dan Kreatif. Batik ini juga bagian dari Desa Wisata.